26 Mei 2015

Satu Rumah Dilalap Si Jago Merah di Galapung

Satu Rumah Dilalap Si Jago Merah di Galapung -Sekitar jam 16.00 WIB sore ini, sebuah rumah nyaris habis terbakar dilalap si jago merah Di Jorong Galapung Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya. Api yang pertama sekali terlihat oleh anak sekolah ini, segera berusaha dipadamkan secara bergotong-royong oleh masyarakat dengan mempergunakan sarana air bersih yang ada. 

Kebakaran galapung
 Tak lama kejadian berlangsung 2 mobil Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari Kabupaten Agam juga turut serta melakukan pemadaman. Kebakaran ini diduga dipicu adanya korsleting arus pendek aliran listrik, begitu ungkap Camat Tanjung Raya Hendra Putra S.STP dilokasi kejadian. Rumah yang didiami oleh 1 Kepala Keluarga dengan 1 istri dan empat orang anak ini beruntung bisa diselamatkan. 

Berikut data penghuni rumah yang mengalami kebakaran dimaksud


Kepala Keluarga : Anjas
Istri    : Anidar
Anak  : Ilham Afandi
Anak  : Azizul Fuadi
Anak : Ridho Kurniawan
Anak : Ahmad Alfarizi

Unknown Berita
30 Desember 2013

Bupati Agam Lantik 46 BAMUS Nagari di Ranah Maninjau

Bupati Agam Lantik 46 BAMUS Nagari di Ranah Maninjau - Senin, 31/12/2013 bertempat di Aula SMK Tanjung Raya, sebanyak 46 orang anggota BAMUS Nagari se-Kecamatan Tanjung Raya dilantik Bupati Agam Indra Catri. ke 46 Bamus ini merupakan anggota Bamus dari 6 Nagari yang ada yaitu Nagari Koto Malintang, Nagari Koto Kaciak, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Nagari Paninjauan dan Nagari Duo Koto masing-masing sebanyak 7 anggota Bamus pernagari serta Nagari Tanjung Sani sebanyak 11 Anggota Bamus.

http://ranah-maninjau.blogspot.com/2013/12/bupati-agam-lantik-46-bamus-nagari-di.html
Kedatangan Bupati Agam yang disambut dengan Kesenian TradisionalTambua dan juga Silek Galombang, lengkap dengan siriah dalam carano ini, juga dihadiri beberapa Kepala SKPD, Camat Tanjung Raya beserta unsur Muspika, Wali Nagari Salingka Danau dan para pemuka masyarakat lainnya. 46 Anggota Bamus ini nantinya akan bertugas di Nagari masing-masing dengan masa jabatan selama 6 tahun untuk periode 2013-2019.

Dalam sambutannya Bupati Agam Indra Catri sangat berharap agar Bamus yang baru dilantik ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya, mengatur kembali tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernagari. 

"Bamus sebagai sebuah lembaga Nagari harus bisa membuat peraturan seperti yang telah digariskan oleh pendahulu kita serta bisa menjadi motor untuk kembali membangkitkan marwah masyarakat salingka Maninjau, yang sudah terkenal secara Nasional bahkan internasional " 

Pada kesempatan ini, Bupati Agam juga membagikan beberapa bibit tanaman, seperti cabe, Alpukat, Mangga dan Cengkeh. "Maninjau dulu kaya dengan tanaman dan buah, dan sekarang saya berharap hal itu bisa kembali digalakkan." Ujar Bupati Agam ini.

"Nan di halaman untuk dimakan
Nan di Parak untuak ka Pakan"

"Begitulah Motto orang Maninjau dahulu nya" Tambah nya menutup sambutan.

Fhoto Lainnya Silahkan Lihat Pelantikan BAMUS Se-Tanjung Raya.
Unknown Berita
4 Juni 2013

TdS Stage 3 Lewati Kelok 44 Terhalang Pohon Tumbang

Tour de Singkarak di Kelok 44 Maninjau
TdS Stage 3 Lewati Kelok 44 - Diiringi gerimis kecil mengiringi peserta balap Tour de Singkarak Stage 3 memasuki Kelok 44, sebanyak 110 pembalap dari 21 club dalam dan luar negeri berlomba menaklukan medan tersulit dalam TdS ini. Stage sepanjang 208 Km dengan start di Kota Padang Panjang dan finish di Istano Basa Pagaruyung ini merupakan stage terberat dan terpanjang dari 7 stage Tour de Singkarak 2013.

Pohon Tumbang Halangi Peserta TDS
Walaupun sempat terhenti hampir satu jam di kawasan Kelok 44 ini, namun secara umum penyelenggaraan TdS stage 3 ini berjalan sesuai yang diharapkan. Terhentinya para pembalap peserta Tour de Singkarak ini diakibatkan tumbang nya sebatang pohon Dadap menjelang Kelok 2 hanya beberapa saat sebelum para pembalap ini memasuki kawasan kelok 44 ini.

Tour de Singkarak Stage 3 2013
Meskipun para peserta TdS ini bisa melewati pohon yang tumbang ini, namun perlombaan dihentikan oleh pihak panitia karena team official yang mengendarai mobil terhalang oleh pohon tersebut, kesempatan ini dipergunakan oleh peserta untuk beristirahat sejenak di Kelok 2 menjelang lomba kembali dilanjutkan.

Berikut Video para pembalap mulai memasuki tanjakan kelok 44


Unknown Berita
7 April 2013

Ranah Maninjau Waspada

galodo
Hujan disertai angin kencang yang melanda Ranah Maninjau sejak kemaren malam sampai sore tadi ( sabtu, 6/4/2013 ) membawa dampak yang cukup mengkhawatirkan. Siang hari sekitar jam 10:30 WIB, sebuah longsoran terjadi di sarojo tepatnya di murinyiah Km 23. Jalan sepanjang 50m tertimbun material longsoran setinggi 30-50 Cm.

Sekitar jam 16:00 WIB beberapa atap rumah di Jorong Muko-Muko juga rusak diterpa angin badai. Angin ini juga merobohkan beberapa pohon ditaman wisata Muko-Muko dan menimpa beberapa warung yang ada. Lebih parahnya lagi, angin juga merusak Gubah Masjid Antokan, sebanyak 2 rumah rusak berat, 5 rusak menengah dan 9 rusak ringan. Sebuah rumah guru dan asrama SMA Agam Cendikia juga rusak dalam kejadian ini.

Disamping itu, akibat tinggi nya curah hujan juga merendam puluhan hektar sawah di jorong Rabaa Nagari Koto Kaciak, meluap nya air Sungai Asam ini juga menggenangi jalan lintas Lubuk Basung-Bukittinggi setinggi 30 Cm. Melihat kondisi sekarang ini, diperkirakan beberapa hari kedepan cuaca ekstrim ini masih akan berlanjut.


Ranah Maninjau
Unknown Berita
5 Maret 2013

"Angin Darek", Pustu Bayua Tertimpa Pohon

Angin Darek
Angin Darek atau angin darat adalah angin yang berhembus dari darat ke laut, untuk wilayah Maninjau sendiri Angin Darek ini berhembus dari Timur Laut menuju Barat Daya. 

Angin yang berhembus sejak kemaren pagi ini dengan kecepatan mencapai 60-80 Km/Jam memporak-porandakan kawasan Kubu Baru sampai Kampung Jambu juga wilayah pantai barat Danau Maninjau. 

Dari pantauan sejak pagi hingga siang ini sebuah pohon pelindung dipinggir jalan rubuh dan menimpa Puskesmas Pembantu Nagari Bayua, puluhan atap rumah juga mengalami kerusakan begitu juga dengan atap Kantor Camat Tanjung Raya.

Angin Darek ini juga mengakibatkan rusaknya karamba jaring apung milik petani, dan mengakibatkan tubo belerang diwilayah gasang dan sekitarnya. 

Sepanjang kelok 44 banyak marka jalan yang rusak, buah beserta daun kelapa berserakan disepanjang jalan sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan. Jaringan telepon dan listrik juga mengalami gangguan karena banyak nya pohon kayu yang tumbang serta patah.

Di wilayah Sigiran sendiri sebuah rumah juga tertimpa pohon pala yang tumbang dan merusak atap serta kuda-kuda rumah, hal ini dibenarkan oleh Wali Jorong Sigiran Amrizal S.Pd.I saat dikonfirmasi.

“Kejadian ini sekitar jam 13.00 WIB menimpa rumah Samsidar, dan beruntung penghuni rumah selamat dan tak kurang satu apapun” ungkap Wali Jorong ini.

Sampai berita ini diturunkan, angin masih bertiup cukup kencang dan menimbulkan gelombang yang cukup besar.
 


Ranah Maninjau
Unknown Berita
2 Maret 2013

Buya Hamka

Hamka
Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA adalah seorang ulama, sastrawan, sejarawan, dan juga politikus yang sangat terkenal di Indonesia. Buya HAMKA juga seorang pembelajar yang otodidak dalam bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Hamka pernah ditunjuk sebagai menteri agama dan juga aktif dalam perpolitikan Indonesia. Hamka lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun.
 
Hamka juga diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906. Beliau dibesarkan dalam tradisi Minangkabau. 

Masa kecil HAMKA dipenuhi gejolak batin karena saat itu terjadi pertentangan yang keras antara kaum adat dan kaum muda tentang pelaksanaan ajaran Islam. Banyak hal-hal yang tidak dibenarkan dalam Islam, tapi dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Putra HAMKA bernama H. Rusydi HAMKA, kader PPP, anggota DPRD DKI Jakarta. Anak Angkat Buya Hamka adalah Yusuf Hamka, Chinese yang masuk Islam.


HAMKA di Sekolah Dasar Maninjau hanya sampai kelas dua. Ketika usia 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Sejak muda, HAMKA dikenal sebagai seorang pengelana. Bahkan ayahnya, memberi gelar Si Bujang Jauh. Pada usia 16 tahun ia merantau ke Jawa untuk menimba ilmu tentang gerakan Islam modern kepada HOS Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, RM Soerjopranoto, dan KH Fakhrudin. Saat itu, HAMKA mengikuti berbagai diskusi dan training pergerakan Islam di Abdi Dharmo Pakualaman, Yogyakarta.


HAMKA bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan. Pada tahun 1929 di Padang Panjang, HAMKA kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957- 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta.

Sejak perjanjian Roem-Royen 1949, ia pindah ke Jakarta dan memulai kariernya sebagai pegawai di Departemen Agama pada masa KH Abdul Wahid Hasyim. Waktu itu HAMKA sering memberikan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di Tanah Air.
Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia. Pada 26 Juli 1977 Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali, melantik HAMKA sebagai Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudian meletakkan jabatan itu pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.


HAMKA aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bid’ah, tarekat dan kebatinan sesat di Padan g Panjang. Mulai tahun 1928 beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. 

Pada tahun 1929 HAMKA mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majelis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Pada tahun 1953, HAMKA dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiyah.


Kegiatan politik HAMKA bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, HAMKA diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia.

Pada tahun 1955 HAMKA beliau masuk Konstituante melalui partai Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum. Pada masa inilah pemikiran HAMKA sering bergesekan dengan mainstream politik ketika itu. Misalnya, ketika partai-partai beraliran nasionalis dan komunis menghendaki Pancasila sebagai dasar negara. Dalam pidatonya di Konstituante, HAMKA menyarankan agar dalam sila pertama Pancasila dimasukkan kalimat tentang kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknyan sesuai yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Namun, pemikiran HAMKA ditentang keras oleh sebagian besar anggota Konstituante, termasuk Presiden Sukarno.

 Perjalanan politiknya bisa dikatakan berakhir ketika Konstituante dibubarkan melalui Dekrit Presiden Soekarno pada 1959. Masyumi kemudian diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Meski begitu, HAMKA tidak pernah menaruh dendam terhadap Sukarno. Ketika Sukarno wafat, justru HAMKA yang menjadi imam salatnya. Banyak suara-suara dari rekan sejawat yang mempertanyakan sikap HAMKA. “Ada yang mengatakan Sukarno itu komunis, sehingga tak perlu disalatkan, namun HAMKA tidak peduli. Bagi HAMKA, apa yang dilakukannya atas dasar hubungan persahabatan. Apalagi, di mata HAMKA, Sukarno adalah seorang muslim.

Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, HAMKA dipenjarakan oleh Presiden Soekarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakan, beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, HAMKA diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia.

Pada tahun 1978, HAMKA lagi-lagi berbeda pandangan dengan pemerintah. Pemicunya adalah keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef untuk mencabut ketentuan libur selama puasa Ramadan, yang sebelumnya sudah menjadi kebiasaan.
Idealisme HAMKA kembali diuji ketika tahun 1980 Menteri Agama Alamsyah Ratuprawiranegara meminta MUI mencabut fatwa yang melarang perayaan Natal bersama. 

Sebagai Ketua MUI, HAMKA langsung menolak keinginan itu. Sikap keras HAMKA kemudian ditanggapi Alamsyah dengan rencana pengunduran diri dari jabatannya. Mendengar niat itu, HAMKA lantas meminta Alamsyah untuk mengurungkannya. Pada saat itu pula HAMKA memutuskan mundur sebagai Ketua MUI.


Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. 

Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

HAMKA juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid). Pada 1950, ia mendapat kesempatan untuk melawat ke berbagai negara daratan Arab. Sepulang dari lawatan itu, HAMKA menulis beberapa roman. Antara lain Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Sebelum menyelesaikan roman-roman di atas, ia telah membuat roman yang lainnya. Seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan Di Dalam Lembah Kehidupan merupakan roman yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura. Setelah itu HAMKA menulis lagi di majalah baru Panji Masyarakat yang sempat terkenal karena menerbitkan tulisan Bung Hatta berjudul Demokrasi Kita.


Setelah peristiwa 1965 dan berdirinya pemerintahan Orde Baru, HAMKA secara total berperan sebagai ulama. Ia meninggalkan dunia politik dan sastra. Tulisan-tulisannya di Panji Masyarakat sudah merefleksikannya sebagai seorang ulama, dan ini bisa dibaca pada rubrik Dari Hati Ke Hati yang sangat bagus penuturannya. Keulamaan HAMKA lebih menonjol lagi ketika dia menjadi ketua MUI pertama tahun 1975.

HAMKA dikenal sebagai seorang moderat. Tidak pernah beliau mengeluarkan kata-kata keras, apalagi kasar dalam komunikasinya. Beliau lebih suka memilih menulis roman atau cerpen dalam menyampaikan pesan-pesan moral Islam.

Ada satu yang sangat menarik dari Buya HAMKA, yaitu keteguhannya memegang prinsip yang diyakini. Inilah yang membuat semua orang menyeganinya. Sikap independennya itu sungguh bukan hal yang baru bagi HAMKA. Pada zamam pemerintah Soekarno, HAMKA berani mengeluarkan fatwa haram menikah lagi bagi Presiden Soekarno. Otomatis fatwa itu membuat sang Presiden berang ’kebakaran jenggot’. Tidak hanya berhenti di situ saja, HAMKA juga terus-terusan mengkritik kedekatan pemerintah dengan PKI waktu itu. 

Maka, wajar saja kalau akhirnya dia dijebloskan ke penjara oleh Soekarno. Bahkan majalah yang dibentuknya ”Panji Masyarat” pernah dibredel Soekarno karena menerbitkan tulisan Bung Hatta yang berjudul ”Demokrasi Kita” yang terkenal itu. Tulisan itu berisi kritikan tajam terhadap konsep Demokrasi Terpimpin yang dijalankan Bung Karno. Ketika tidak lagi disibukkan dengan urusan-urusan politik, hari-hari HAMKA lebih banyak diisi dengan kuliah subuh di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan.


Pada tanggal 24 Juli 1981 HAMKA telah pulang ke rahmatullah. Jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sastrawan di negara kelahirannya, bahkan jasanya di seantero Nusantara, ter masuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.


Atas jasa dan karya-karyanya, HAMKA telah menerima anugerah penghargaan, yaitu Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar Cairo (tahun 1958), Doctor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia (tahun 1958), dan Gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia


Pandangan sastrawan, HAMKA yang juga dikenal sebagai Tuanku Syekh Mudo Abuya Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo tentang kepenulisan. Buya HAMKA menyatakan ada empat syarat untuk menjadi pengarang. Pertama, memiliki daya khayal atau imajinasi; kedua, memiliki kekuatan ingatan; ketiga, memiliki kekuatan hapalan; dan keempat, memiliki kesanggupan mencurahkan tiga hal tersebut menjadi sebuah tulisan.


Kitab Tafsir Al-Azhar merupakan karya gemilang Buya HAMKA. Tafsir Al-Quran 30 juz itu salah satu dari 118 lebih karya yang dihasilkan Buya HAMKA semasa hidupnya. Tafsir tersebut dimulainya tahun 1960.

HAMKA meninggalkan karya tulis segudang. Tulisan-tulisannya meliputi banyak bidang kajian: politik (Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret, Urat Tunggang Pancasila), sejarah (Sejarah Ummat Islam, Sejarah Islam di Sumatera), budaya (Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi), akhlak (Kesepaduan Iman & Amal Salih ), dan ilmu-ilmu keislaman (Tashawwuf Modern).


Ranah Maninjau
Unknown Tokoh
28 Januari 2013

3 Korban Lagi diketemukan

Longsor Sungai Batang "Hari ini 3 korban lagi diketemukan oleh tim gabungan evakuasi, yakni Mursinah yang ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, Kamal sekitar pukul 15.00 WIB dan Erni Astuti pada 16.00 WIB. Pencarian ini berkat bantuan anjing pelacak Polda Sumbar," kata Syafirman.

Dengan ditemukan 14 korban tersebut, maka masih ada enam korban yang diduga masih tertimbun material longsoran, yakni P Sinaro (40), Rani (8), Rosmi (75), Fadri (9), Bayar (70) dan Nursidah (65).

"Saat ini korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan terdiri Polres Agam, TNI, BPBD dan masyarakat dengan mengunakan alat berat dan anjing pelacak dari Polda Sumbar," katanya.

Dia menambahkan, longsor yang terjadi pada Minggu (27/1) sekitar pukul 05.30 WIB itu, mengakibatkan 20 orang tertimbun longsor, 14 meninggal dunia, enam belum ditemukan dan 12 unit rumah hancur.

11 korban yang diketemukan kemaren yaitu, Juliardi (25), Nurhaida (23), Dilla (2), Rosda (55), Asril (58), Indah (6), Aldi (9), Julianti (26), Tarjudin (65), Martini (60), Kursinah (70).

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim saat meninjau lokasi longsor mengatakan, tanggap darurat ditetapkan selama satu minggu sampai 2 Februari 2012.

Apabila sampai waktu yang ditentukan sisa korban belum ditemukan, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga apakah pencarian korban tetap dilanjutkan.

"Kita akan serahkan semuanya pihak keluarga korban dan apabila mereka tidak mau melanjutkan, maka pencarian akan kita hentikan," ungkap Wakil Gubernur ini.
 

Ranah Maninjau
Unknown Berita

Bencana Longsor Sungai Batang 11 Korban Tewas 9 Masih Dalam Pencarian

Shubuh yang tenang setelah semalam diguyur hujan deras Minggu 27 Januari 2013, melahirkan isak tangis yang memilukan, bencana tanah longsor meratakan 12 rumah di Jorong Data Kampuang Dadok Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya Kab Agam.

Sampai berita ini diturunkan 11 korban ditemukan tewas, 9 masih dalam pencarian 1 dirawat di RSU M Jamil Padang dan 3 korban dirawat di Puskesmas Maninjau.

Peristiwa yang terjadi sekitar jam 05.15 WIB disaat warga masih belum beraktivitas diluar rumah, disaat masih menikmati segelas kopi hangat setelah melaksanakan Shalat Shubuh.

Cepatnya nya kejadian ini diperkirakan menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa, disamping daerah ini belum ada riwayat bencana tanah longsor selama ini, sehingga warga tidak pernah menyangka akan terjadi nya bencana tanah longsor didaerah ini.

“Sekitar jam 05.00 WIB mertua saya menelpon kalau kebun kacang milik nya tergenang air” cerita Zulhendri Wali Jorong Data Kampuang Dadok Nagari Sungai Batang ini.

Berniat mengalirkan air yang menggenangi perkebunan nya Zulhendri mengalirkan air di anak sungai yang juga merupakan Irigasi persawahan yang melintasi pemukiman penduduk.
“Beberapa waktu berselang, saya mendengar suara gemuruh tanpa fikir panjang saya berlalu menjauh kearah pohon aren” ungkap Zulhendri dengan nada sedih.

Dengan mata kepala sendiri Pemimpin Jorong ini melihat tanah longsor meratakan rumah warganya termasuk rumah mertuanya sendiri.

Beberapa korban selamat sekarang ini dirawat di RSUP M Jamil Padang dan Puskesmas Maninjau.
Fhoto Lainnya Silahkan Lihat Disini
 


Ranah Maninjau
Unknown Berita
3 Januari 2013

Pelantikan Penjabat WN Koto Kaciak Dilaksanakan

Pelantikan penjabat Wali Nagari Koto Kaciak hari ini dilaksanakan Kamis, 03/01/2013. Diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya pelantikan Rahmat Fajri S.Sos yang sehari-hari bertugas sebagai Sekretaris Camat Tanjung Raya ini dilaksanakan.

Pelantikan oleh Bupati Agam yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Martihas Wanto dilaksanakan, disaksikan para undangan yang terdiri dari beberapa SKPD, Camat Tanjung Raya Syatria S.Sos M.Si, unsur Muspika dan tokoh masyarakat.

Wali Nagari Koto Kaciak sebelum nya periode 2008-2014 Herman Tanjung yang mengundurkan diri dari jabatan nya “Kok patang lah nak bamalam, kok panek lah mintak baranti, Barek indak tapikua lai, ringan nan indak tajinjiang lai”.

Penunjukan Sekretaris Camat Tanjung Raya ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Agam tertanggal 27 Desember 2012. Penjabat Wali Nagari Koto Kaciak ini bertugas sampai terpilih nya Wali Nagari yang definitif atau selambat-lambatnya enam bulan sejak pelantikan.

Dalam sambutan Bupati Agam yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Martihas Wanto, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Herman Tanjung yang telah mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara dan berharap agar selalu berpartisipasi dalam setiap gerakan pembangunan di Nagari Koto Kaciak khususnya dan Kabupaten Agam umum. “Beliau merupakan salah-satu Wali Nagari yang ikut menggagas program Gerakan Pembangunan Salingka Maninjau ( Gerbang Pensi )” ungkap Bupati Agam.

“Semoga Nagari Koto Kaciak makin maju dan lebih baik ditangan generasi penerus selanjutnya” ujar Mantan Wali Nagari Koto Kaciak ini penuh bersahabat. (Fg) 

Fhoto lainnya Silahkan Lihat Disini

Ranah Maninjau
Unknown Berita
12 November 2012

Jalan Lingkar Maninjau Terancam Putus

Ranah Maninjau
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tanjung Raya sepanjang hari Minggu 11/11/2012 kemaren, memang cukup mengkhawatirkan. 

Hujan sejak pagi hari ini pun membawa dampak kurang baik bagi masyarakat Jorong Pandan Nagari Tanjung Sani khusus nya. Hal ini karena akibat guyuran hujan tersebut mengakibatkan tergerusnya badan jalan di Pandan utara, tepat nya pada lokasi longsor april 2010 lalu yang menewaskan seorang nenek-nenek.

Pantauan lapangan hari ini, jalan lingkar Maninjau tersebut berpotensi terancam putus karena lebarnya terban yang terjadi akibat gerusan air bah tersebut, serta jalanan ini sangat sempit dan sering dilewati truk bermuatan berat, apalagi saat ini jalan tersebut sangat dibutuhkan untuk mengangkut material jembatan yang tengah dibangun di Jorong Pandan itu sendiri, dan Jorong Galapung.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, saat ini masyarakat hanya bisa memasang tanda dengan mempergunakan balok kayu. (Fg)

Ranah Maninjau
Unknown Berita
21 Oktober 2012

Gubernur Sumbar Kunjungi Koto Gadang

Gubernur Sumbar Ir Irwan Prayitno Sabtu (20/10/12) kemaren kunjungi Nagari Koto Gadang Anam Koto Kecamatan Tanjung Raya. Kunjungan pada kelompok tani Maju Bersama Jorong Baruah ini bertujuan menyerahkan bantuan SL-PTT bersama 120 kelompok tani lain nya di 13 kecamatan di Kabupaten Agam. Ke 13 kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Palupuh, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Candung, Ampek Angkek, Baso, Banuhampu, IV Koto, Palembayan, Tanjung Raya, Lubuk Basung, Tanjung Mutiara dan Kecamatan Ampek Nagari.

Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Barat ini menyampaikan bantuan dana kontingensi sebesar Rp57.400.000 per kelompok tani merupakan SL-PTT model Paket lengkap yang diberikan untuk menunjang pengadaan handtraktor dan upah pengolahan tanah di masing-masing kelompok tani sehingga diharapkan pada 2014 nanti nya Provinsi Sumatera Barat bisa mencapai targer swasembada beras.

Dalam kesempatan ini Gubernur Sumatera Barat bersama Bupati Agam Indra Catri juga melakukan penanaman benih padi sebatang model SL-PTT.


Ranah Maninjau
Unknown Berita
13 Oktober 2012

Silek Galombang

Silek GalombangSilek Galombang pada dasarnya adalah seni bela diri Silek ( Silat ) khas Minangkabau, hanya saja Silek Galombang dilakukan secara bersama-sama. Dua kelompok yang terdiri 9 sampai 15 orang untuk satu kelompok nya saling berhadapan melakukan gerakan "langkah ampek" (langkah empat) yang merupakan jurus dasar dalam Seni Silat Minangkabau.

Kedua kelompok ini dipimpin oleh seorang tuo silek, dan gerakan tuo silek ini lah yang diikuti oleh anggota kelompok mereka masing-masing sehingga seperti gelombang lautan, serentak dan teratur.

Kalau zaman dahulu, seni Silek galombang ini tidak sekedar bertarung dengan jurus-jurus silat jarak jauh saja namun dibarengi juga dengan ilmu kebathinan, sehingga tak jarang ada yang sampai mengeluarkan keringat darah disaat pertarungan tersebut.

Kesenian Silek Galombang ini biasa nya dipertontonkan hanya pada acara-acara tertentu saja seperti Penyambutan Pengantin Pria saat pesta pernikahan atau dalam acara penyambutan tamu kehormatan.

Demikianlah sedikit mengenai Seni Silek Galombang ini, semoga bisa menjadi penambah wawasan kita semua.


Ranah Maninjau
Unknown Kesenian
12 Oktober 2012

Perangi Pasangan Haram Satpol PP Agam Akan Bangun Pos Di Tanjung Raya

Ditengah gencarnya para perantau Maninjau dan aktivis lingkungan hidup menghujat pencemaran air Danau Maninjau akibat kegiatan Karamba Jaring Apung yang jelas dilakukan secara halal. Sungguh miris membaca pemberitaan koran Rakyat Sumbar edisi Rabu 10/10/2012. Dimana pada saat ini masih banyak pasangan haram yang bergentayangan di penginapan-penginapan yang ada di pinggiran Danau Maninjau.

Dalam beberapa minggu terakhir saja sudah beberapa pasangan haram yang berhasil diamankan oleh petugas Satpol PP Kab Agam di penginapan sekitar Maninjau dan Gasang.

Dan lebih ironis lagi pemilik penginapan ini selalu melindungi dan mengakali agar para pelanggan mereka tidak terjaring razia petugas Satpol PP Kabupaten Agam yang belakang ini semakin gencar melakukan razia ke penginapan di sekitar Danau Maninjau, dengan membatasi waktu pelanggan mereka hanya 1 jam saja. Sehingga disaat petugas datang melakukan razia para pasangan haram ini sudah keburu check-out.
 
Markas Satpol PP yang berada Lubuk Basung dan jarak dengan Maninjau cukup jauh, sehingga memakan waktu hampir 1 jam untuk melakukan razia, sehingga rentang waktu yang lama itu mengakibatkan seringnya terlambat para petugas menciduk para pasangan haram ini. Melihat hal itulah Satpol PP Kab Agam berniat membangun satu Pos di Kecamatan Tanjung Raya untuk bisa memantau lebih intensif lagi gerak penginapan atau homestay serta para hidung belang yang rata-rata berasal dari luar daerah Danau Maninjau. Lalu bagaimana pendapat anda ?


Ranah Maninjau
Unknown Berita
10 Oktober 2012

Palai Rinuak

Palai RinuakRinuak adalah ikan kecil yang memperkaya alam Danau Maninjau, ikan berwarna kekuningan berukuran sebesar batang korek api dengan panjang sekitar 2 cm ini dapat diolah menjadi berbagai macam jenis masakan seperti di Goreng, Gulai, pergedel, keripik,  namun yang paling terkenal diolah menjadi Palai Rinuak atau pepes rinuak.

Palai Rinuak yang pengolahan nya memakai daun pisang ditambah bawang merah dan bawang putih serta sedidit cabe rawit sebagai bumbunya kemudian dibakar dengan bara api ini banyak ditemui di warung-warung pinggir jalan sekitar Maninjau dan menjadi oleh-oleh khas dari daerah ini.  
Pergedel Rinuak
Kelezatan Rinuak ini sangat membius bagi yang sudah mencicipinya, saking lezatnya beberapa pencipta lagu Minang menjadikan Palai Rinuak ini menjadi tema ciptaannya.

Rinuak atau sebahagian masyarakat menyebutnya rinyuak ini hidup ditempat-tempat yang teduh dan berada agak kepermukaan air, biasanya ikan ini banyak keluar sehabis hujan atau disaat terik matahari. 

 
Ranah Maninjau
6 Oktober 2012

Kelok 44

Kelok 44
Kelok 44
Kelok 44 adalah jalan yang menghubungkan Maninjau dengan Bukittinggi, sekitar 30 Km dari Bukittinggi. Jalan sepanjang 6 Km ini sebenarnya bukan lah merupakan objek wisata. Yang dimaksud dengan Kelok 44 adalah jalan dengan 44 buah tikungan atau belokan. menanjak mulai dari Maninjau sampai ke Ambun Pagi. 

Jalan yang dibuat dimasa penjajahan Belanda ini menjadi terkenal karena kalau kita melewatinya dari arah Ambun Pagi (Bukittinggi) atau menuruni nya, Suguhan pemandangan Danau Maninjau yang indah dapat kita nikmati dengan leluasa.

Namun bagi para pengendara mobil yang untuk pertama kali nya melewati jalanan ini, akan memberikan pengalaman tersendiri, karena turunan dan tikungan yang tajam dengan lebar jalan secukupnya membuat jantung deg-degan. Sering sekali mereka yang baru melewati jalanan ini berkeringat dingin bahkan kadang-kadang menyewa sopir setempat.

Sebagai gambaran Kelok 44 ini hanya bisa dilewati oleh mobil ukuran kecil dan menengah, untuk mobil ukuran besar tidak akan bisa melewati tikungan atau belokan nya, karena jarak jalan di tikungan tersebut tidak lebih dari 5-7 meter.

Kelok 44 ini lebih dikenal lagi karena menjadi rute yang sangat menantang dalam pelaksanaan Tour De Singkarak. Pada rute ini para pembalap harus melewati nya dari Maninjau melewati tanjakan yang melelahkan. Para pembalap Internasional sendiri mengakui bahwa Event Tour De Singkarak tidak terasa menantang jika tidak melewati rute ini.

Secara administratif Kelok 44 ini menjadi milik 2 Kecamatan di Ranah Maninjau, yaitu Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Matua.

Bagi para pengendara diingatkan agar berhati-hati jika melewati Kelok 44 ini terutama pada Kelok 5 dan Kelok 22 baik yang menanjak maupun yang menurun. Pada Kelok 5 ini dikenal dengan sebutan Kelok Siku Balam (Balam=Nama Burung) atau Kelok Batambuah ( Bertambah ).  Sedangkan untuk kelok 22 sendiri harus ekstra hati-hati karena Kelok nya dengan tanjakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelok lain nya. Selain dari itu mulai dari Kelok 1 sampai Kelok 16, jarak antar kelok nya lebih pendek.
  
Namun begitu, kalau tidak melewati Kelok 44 ini maka perjalanan anda ke Ranah Maninjau akan terasa belum lengkap dan sempurna.

Lokasi Kelok 44 di Google Maps dalam dilihat dibawah ini.



View Kelok 44 in a larger map



Sumber Fhoto : www.tourdesingkarak.com

Ranah Maninjau
Unknown Wisata
27 September 2012

Ikan Bada Ikan nya Danau Maninjau

Ikan Bada
Ikan Bada
Boleh dikatakan bahwa jenis Ikan Bada (Rasbora argyrotaenia) ini hanya terdapat di Danau Maninjau, karena sampai saat ini belum dijumpai spesies yang sama persis di daerah lain meskipun ikan yang mirip bisa dijumpai di danau atau sungai seperti Ikan Bilih di Danau Singkarang maupun Ikan Siluang dibeberapa daerah di Indonesia.
 
Jika dibandingkan dengan Ikan Bilih atau Siluang, Ikan Bada ini memiliki sisik yang lebih halus dan lebih terang, dengan ukuran badan yang lebih pendek.
 
Dari rasanya pun ikan Bada ini lebih manis dan lebih gurih, bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan seperti di goreng, di gulai, di pepes dan yang paling special adalah di asapi atau di salai diatas bara api sehingga berwarna agak hitam kekuningan. Bada yang keringkan ini lebih dikenal dengan nama “Bada Masiak” atau Bada Kering. Dan ini adalah salah-satu makanan hasil Danau Maninjau yang paling diminati terutama oleh masyarakat yang berasal dari Danau Maninjau ini. Anda tertarik ..? silahkan datang dan coba sendiri.

bada masiak
Bada Masiak
Kalau anda mencoba memakan Bada Masiak ini di Jakarta, jangan heran jika satu porsi nya lebih mahal dari Rendang atau pun Dendeng yang sudah terkenal itu. Karena untuk harga mentahnya di Maninjau sendiri sekarang ini berkisar Rp 60.000,- sampai Rp 80.000,- per kilo nya.
 
Bada ini biasanya banyak ditangkap nelayan pada musim hujan, atau setelah turun hujan yang cukup lama, ditangkap dengan pukat, bagan atau dengan memakai lapun. Ada juga yang dipancing walau sekarang ini sudah tidak lagi dilakukan masyarakat nelayan Danau maninjau ini.

Selain dari Ikan Bada ini, masih ada beberapa ikan Danau Maninjau ini yang tidak dijumpai didaerah lain nya di Indonesia.
 


Ranah Maninjau
19 September 2012

Ambun Tanai

Ambun Tanai
Objek Wisata Ambun Tanai
Ambun Tanai adalah salah-satu tempat terbaik di Kecamatan Matua tepatnya di Ambun Pagi Nagari  Matua Mudiak lebih kurang 30 Km dari Kota Bukittinggi atau 32 Km dari Lubuk Basung Ibu Kota Kabupaten Agam. Untuk mencapai objek wisata ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari jalan lintas Bukittinggi-Maninjau. Kalau dari Bukittinggi persis sebelum menuruni Kelok 44 kita akan melihat Gapura bertuliskan Ambun Tanai 

Tidak jauh beda dengan Puncak Lawang, Ambun Tanai inipun merupakan unggulan wisata masa depan bagi Kabupaten Agam khususnya Kecamatan Matua.

Dari sini kita dapat menikmati pemandangan Danau Maninjau dengan leluasa dengan suhu sekitar 17-22 ÂșC dan merasakan lembutnya sentuhan sang bayu. 

Berikut peta lokasi objek wisata Ambun Tanai tersebut.


View Lokasi Wisata Ambun Tanai in a larger map

sumber fhoto : panoramio.com

Ranah Maninjau
Unknown Wisata

Aia Tajun Gadih Ranti

Aia Tajun ( Air Terjun ) Gadih Ranti ini terletak di perbatasan Jorong Dama Gadang dengan Jorong Arikia Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Untuk bisa sampai kesana kita harus melewati jalan dari Lubuak Sao, sekitar 56 Km dari Kota Bukittinggi atau 11 Km dari Lubuk Basung Ibu Kota Kabupaten Agam.


http://ranah-maninjau.blogspot.com/2012/09/aia-tajun-gadih-ranti.html
Berada di ketinggian ± 900 mdpl pada posisi kira-kira 100.190849 BT dan 0.308647 LS air terjun dengan ketinggian ± 45 Meter ini memang sangat eksotis. Disamping dua air terjun yang meniupkan titik-titik embun, disamping sebelah kiri terdapat pula beberapa air terjun kecil sehingga menambah indah nya pesona Aia Tajun “Gadih Ranti” ini.

Suasana sejuk dan udara dingin sangat cocok untuk melepas kepenatan dan lebih indah lagi jika berkunjung kesini pada jam 14.00-16.00 WIB, dimana sekali-sekali kita kan melihat bias pelangi pada titik-titik embun dari air terjun ini akibat pantulan matahari dari sebelah barat nya.

Fhoto Lain dari Air Terjun Gadih Ranti dapat Dilihat Disini

Peta Lokasi Air Terjun Gadih Ranti tersebut dapat dilihat Di Bawah ini :


View Lokasi Aia Tajun (Air Terjun) Gadih Ranti in a larger map

Ranah Maninjau
Unknown Wisata