Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
13 Oktober 2012

Silek Galombang

Silek GalombangSilek Galombang pada dasarnya adalah seni bela diri Silek ( Silat ) khas Minangkabau, hanya saja Silek Galombang dilakukan secara bersama-sama. Dua kelompok yang terdiri 9 sampai 15 orang untuk satu kelompok nya saling berhadapan melakukan gerakan "langkah ampek" (langkah empat) yang merupakan jurus dasar dalam Seni Silat Minangkabau.

Kedua kelompok ini dipimpin oleh seorang tuo silek, dan gerakan tuo silek ini lah yang diikuti oleh anggota kelompok mereka masing-masing sehingga seperti gelombang lautan, serentak dan teratur.

Kalau zaman dahulu, seni Silek galombang ini tidak sekedar bertarung dengan jurus-jurus silat jarak jauh saja namun dibarengi juga dengan ilmu kebathinan, sehingga tak jarang ada yang sampai mengeluarkan keringat darah disaat pertarungan tersebut.

Kesenian Silek Galombang ini biasa nya dipertontonkan hanya pada acara-acara tertentu saja seperti Penyambutan Pengantin Pria saat pesta pernikahan atau dalam acara penyambutan tamu kehormatan.

Demikianlah sedikit mengenai Seni Silek Galombang ini, semoga bisa menjadi penambah wawasan kita semua.


Ranah Maninjau
Unknown Kesenian
17 September 2012

Kesenian Tansa

Alat Kesenian Tansa atau sebahagian masyarakat menyebutnya Tasa adalah alat musik yang terbuat dari bejana aluminium dengan diameter 14 Inchi, yang ditutupi dengan kulit Drumband berukuran 14 Inchi juga.

Pada awal nya Tansa ini terbuat dari bejana tanah dengan memakai kulit kijang atau kulit anak kambing sebagai penutupnya yang dikencangkan memakai tali rotan dengan anyaman yang sedemikian rupa. Bejana yang bagus dahulunya didatangkan dari Aceh.

Cara pemakaian dari Alat Kesenian Tansa ini adalah dipukul sambil berdiri dengan memakai dua batang rotan berukuran panjang sekitar 50 Cm, semakin kecil diameter rotan semakin bagus dan nyaring suara Tansa yang dihasilkan. 

Alat Kesenian Tansa ini tidak berdiri sendiri, merupakan satu kesatuan dari alat kesenian Tambua, sehingga didalam pemakaian nya harus sejalan. Seperti telah dibahas pada artikel Alat Kesenian Tambua.

Jadi pada dasarnya Alat Kesenian Tansa ini merupakan Dirigen dari Alat Kesenian Tambua, irama yang dikeluarkan Tansa inilah yang diikuti oleh Tambua.



Ranah Maninjau
Unknown Kesenian
16 September 2012

Kesenian Tambua

TambuaTerbuat dari potongan kayu bulat yang di lobangi, Tambua ini merupakan kesenian tradisional Minangkabau pada umumnya. Alat kesenian ini biasanya dipakai untuk melambangkan suka-cita dan biasa dipakai pada acara pesta pernikahan, penyambutan tamu-tamu istimewa atau dalam rangka acara "Batagak Gala Adat atau Batagak Gadang".


Tambua atau Gendang ini biasanya berukuran panjang 60-70 Cm dengan diameter 40-50 Cm, dengan ketebalan lingkarannya 1-1,5 Cm. Pada kedua sisi nya diberi kulit kambing yang telah dikeringkan dan dikencangkan sedemikian rupa mengunakan tali yang ikatan nya pun dibuat menarik.

Sebelum dipasang kulit kambing tersebut, Tambua terlebih dahulu di cat sedemikian rupa sesuai dengan ukiran khas minangkabau atau daerah Tambua itu berasal.

Ukuran diameter Tambua sangat mempengaruhi bunyi yang dikeluarkan, semakin besar diameter nya semakin bagus bunyi yang dihasilkan. Namun sulit nya mendapatkan pohon kayu yang berukuran besar sehingga biasanya dalam satu grup Tambua ini, hanya beberapa buah saja yang besar dan sering disebut "Induak Tambua" atau Ibu Tambua.

Untuk Daerah Maninjau sendiri, dalam satu grup tambua biasa nya memiliki jumlah yang ganjil, minimal 9 buah. Tambua dipukul secara serentak dengan irama dan gerakan yang teratur yang dikomandoi oleh sebuah alat kesenian bernama "Tansa". Berdasarkan irama Tansa ini lah alat kesenian Tambua ini ditabuh.

Biasanya didalam menabuh Tambua ini terkadang juga diiringi oleh "Pupuik Batang Padi" dan alat kesenian "Talempong" sehingga kemeriahaan semakin kental terasa. 

Khusus pada acara penyambutan Tamu istimewa disamping bunyi-bunyian alat kesenian diatas, biasanya ditambah lagu dengan "Silek Galombang".

Dalam kesenian Tambua ini juga dikenal lagu atau irama pukulan yang sudah lama ada sejak zaman dahulu yaitu Lagu Atam, Siamang Tagagau dan Mars Duo Baleh. Lagu atau irama Atam sendiri terdiri dari 2 irama yaitu :
  1. Atam Sikapak.
  2. Atam Pariaman.
Selain dari irama-irama diatas, masih banyak lagi irama lainnya seperti : Sikapak Bayang, Panggang kakok, Tokok Balua dan banyak lagi.

Di Kabupaten Agam sendiri, tambua dikenal luas diselingkaran Danau Maninjau seperti, Sigiran, Sungai Batang, Koto Kaciak, Koto Malintang dan lainnya. Untuk masing-masing daerah inipun memiliki ciri khas dalam menabuh Tambua ini.

Dari Maninjau kesenian Tambua ini menyebar ke Lubuk Basung dan daerah lainnya. Sehingga tidak heran kalau kesenian Tambua ini sangat mudah di jumpai di Ranah Maninjau ini dibandingkan di daerah lain di Kabupaten Agam.


Bahkan pada kejuaraan Tambua di Bandar lampung dan Bengkulu masyarakat yang berasal dari Ranah Maninjau inilah yang menjadi aktor dan pemenang nya.

Untuk lebih mengenal Kesenian Tambua ini, silahkan lihat Video dibawah :



Ranah Maninjau
Unknown Kesenian